Ini yang Terjadi di Perut Saat Konsumsi Mi Instan

Standard
Oleh : Rizal Maulanaqiu_rei
Ini yang Terjadi di Perut Saat Konsumsi Mi Instan
VIVA.co.id – Makan makanan instan kian populer, terutama bagi mereka yang membutuhkan waktu cepat atau pengeluaran yang kecil, terutama mahasiswa. Dan mi biasanya menjadi pilihan utama, untuk menghilangkan rasa lapar.

Namun tahukah Anda, jika terlalu sering makan makanan cepat saji ini bisa merusak tubuh kita dari dalam? Selain itu, penyakit-penyakit berbahaya juga kerap mengintai, seperti kanker. Tentunya kita tidak ingin terkena penyakit berbahaya, bukan.

Dr. Braden Kuo dari Massachusetts General Hospital melakukan percobaan pertama, untuk menemukan apa yang terjadi di perut dan saluran pencernaan setelah Anda makan mi instan, terutama mi ramen, dengan menggunakan kamera seukuran pil. Dan temuan itu cukup mengejutkan.

Makan makanan instan kian populer, terutama bagi mereka yang membutuhkan waktu cepat atau pengeluaran yang kecil, terutama mahasiswa. Dan mi biasanya menjadi pilihan utama, untuk menghilangkan rasa lapar.

Namun tahukah Anda, jika terlalu sering makan makanan cepat saji ini bisa merusak tubuh kita dari dalam? Selain itu, penyakit-penyakit berbahaya juga kerap mengintai, seperti kanker. Tentunya kita tidak ingin terkena penyakit berbahaya, bukan.

Dr. Braden Kuo dari Massachusetts General Hospital melakukan percobaan pertama, untuk menemukan apa yang terjadi di perut dan saluran pencernaan setelah Anda makan mi instan, terutama mi ramen, dengan menggunakan kamera seukuran pil. Dan temuan itu cukup mengejutkan.

Hasilnya menunjukkan, jika mi ramen dalam perut setelah dua jam setelah konsumsi masih utuh, tidak seperti mi buatan sendiri sebagai perbandingannya. Ini adalah keprihatinan, mengingat banyaknya orang yang mengonsumsi mi instan.

Hal ini membuat tekanan tambahan pada sistem pencernaan Anda, akibat proses yang lama untuk melarutkan makanan, ditambah kurangnya serat dalam makanan instan ini. Demikian juga dengan nutrisi, yang sangat rendah diserap akibat proses mencerna makanan yang begitu lama.

Dalam kasus mi ramen diproses di saluran pencernaan ini, bukan karena nutrisi yang sangat sedikit dalam kandungan mi, melainkan, banyak zat aditif, termasuk pengawet beracun tersier-butil hidrokuinon (TBHQ).

Jika aditif ini tetap dalam saluran pencernaan begitu lama bersama-sama dengan mie sulit break-down, Anda hanya bisa berasumsi apa yang dapat dilakukan untuk kesehatan Anda.

Meskipun TBHQ adalah produk sampingan dari minyak bumi, dan sering disebut sebagai “antioksidan,” penting untuk memahami bahwa itu adalah bahan kimia sintetik dengan sifat antioksidan, dan bukan antioksidan alami. Dan banyak ditambahkan dalam makanan, mulai dari biskuit, keripik, dan makanan cepat saji lainnya seperti nugget.

Hal ini juga ditambahkan ke pernis, lak, dan produk pestisida, serta kosmetik dan parfum untuk meningkatkan stabilitas dan mengurangi tingkat penguapan. Hanya satu gram TBHQ dapat menyebabkan: mengigau, sesak napas, mual dan muntah, telinga berdengung (tinnitus), dan pingsan.

Menurut Environmental Working Group (EWG), risiko kesehatan yang berhubungan dengan konsumsi TBHQ secara terus menerus berdasarkan studi hewan meliputi: efek pada hati dengan dosis yang sangat rendah, mutasi positif dari tes in vitro pada sel mamalia, perubahan biokimia pada dosis yang sangat rendah, dan efek reproduksi pada dosis tinggi.

Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Journal of Nutrition menemukan bahwa, wanita yang mengkonsumsi mi instan lebih berisiko mengalami sindrom metabolik.

Dan sekitar 68 persen wanita yang mengkonsumsi mi instan lebih dari dua kali dalam seminggu. Dan mereka lebih sering terkena  obesitas, tekanan darah tinggi, peningkatan gula darah, trigliserida meningkat, dan rendahnya tingkat kolesterol HDL.

Salah satu alasan yang cukup kuat untuk menghindari mi instan adalah adanya monosodium glutamat (MSG), yang bisa merusak atau mematikan sel saraf di otak, yang dapat menyebabkan berbagai disfungsi otak, berpotensi mendorong atau memperburuk ketidakmampuan belajar, penyakit Alzheimer, penyakit Parkinson, penyakit Lou Gehrig, dan banyak lagi.

Jadi, masihkan Anda ingin mengonsumsi mi instan yang banyak beredar di pasar? Jika Anda peduli dengan masa depan dan kesehatan Anda, stop untuk mengonsumsinya mulai dari sekarang.

penyakit berbahaya, bukan.

Dr. Braden Kuo dari Massachusetts General Hospital melakukan percobaan pertama, untuk menemukan apa yang terjadi di perut dan saluran pencernaan setelah Anda makan mi instan, terutama mi ramen, dengan menggunakan kamera seukuran pil. Dan temuan itu cukup mengejutkan.

Kisah Filsuf dan Orang Badawi dari Rumi

Standard

Dikisahkan oleh Jalal al-Din Rumi, seorang Arab Badawi bermaksud menjual sekarung gandum ke pasar. Berulangkali ia mencoba meletakkan karung itu di atas punggung unta; dan berulangkah ia gagal. Ketika ia hampir putus asa, terkilas pada pikirannya pemecahan yang sederhana. Ia mengambil satu karung lagi dan mengisinya dengan pasir. Ia merasa lega, ketika kedua karung itu bergantung dengan seimbang pada kendaraannya. Segera ia berangkat ke pasar.

Di tengah jalan, ia bertemu dengan seorang asing yang berpakaian compang-camping dan berkaki telanjang. Ia diajak oleh orang asing itu untuk berhenti sejenak, beristirahat, dan berbincang-bincang. Sebentar saja, orang Badawi itu menyadari bahwa yang mengajaknya berbincang itu orang yang banyak pengetahuan. Ia sangat terkesan karenanya. Tiba-tiba, orang asing itu menyaksikan dua buah karung bergantung pada punggung unta.

“Bapak, katakan apa yang bapak angkut itu; kelihatan sangat berat”, tanya orang asing itu. “Salah satu karung itu berisi gandum yang akan saya jual ke pasar. Satu lagi karung berisi pasir untuk menyeimbangkan keduanya pada punggung unta”, jawab orang Badawi. Sambil tertawa, orang pintar itu memberi nasehat, “Mengapa tidak ambil setengah dari karung yang satu dan memindahkannya ke karung yang lain. Dengan begitu, unta menanggung beban yang ringan dan ia dapat berjalan lebih cepat.”

Orang Badawi takjub. Ia tidak pernah berpikir secerdik itu. Tetapi sejenak kemudian, ketakjubannya berubah menjadi kebingungan. Ia berkata, “Anda memang pintar. Tapi dengan segala kepintaran ini mengapa Anda bergelandangan seperti ini, tidak punya pekerjaan dan bahkan tidak punya sepatu. Mestinya kepandaian Anda yang dapat mengubah tembaga menjadi emas akan memberikan kekayaan kepada Anda.”

Orang asing itu menarik nafas panjang, “Jangankan sepatu, hari ini pun saya tidak punya uang sepeser pun untuk makan malam saya. Setiap hari, saya berjalan dengan kaki telanjang untuk mengemis sekerat atau dua kerat roti.”

“Lalu apa yang Anda peroleh dengan seluruh kepandaian dan kecerdikan Anda itu.”

“Dari semua pelajaran dan pemikiran, aku hanya memperoleh sakit kepala dan khayalan hampa. Percayalah, semuanya itu hanya bencana bagiku, bukan keberuntungan.”

Orang Badawi itu berdiri, melepaskan tali unta, dan bersiap-siap untuk pergi. Kepada filsuf yang kelaparan di pinggir jalan, ia memberi nasehat, “Hai, orang yang tersesat. Menjauhlah dariku, karena aku kuatir kemalanganmu akan menular kepadaku. Bawalah semua kepandaianmu itu sejauh-jauhnya dariku. Sekiranya dengan ilmumu itu kamu ambil suatu jalan, aku akan mengambil jalan yang lain. Sekarung gandum dan sekarung pasir boleh jadi berat; tetapi itu lebih baik daripada kecerdikan yang sia-sia. Anda boleh jadi pandai, tetapi kepandaian Anda itu hanya kutukan; saya boleh jadi bodoh, tapi kebodohan saya mendatangkan berkat, karena walaupun saya tidak cerdik, tetapi hati saya dipenuhi rahmat-Nya dan jiwa saya berbakti kepada-Nya.”

 

Jika kau ingin derita

benar-benar hilang dari hidupmu

Berjuanglah untuk melepaskan

‘kebijakan’ dari kepalamu

Kebijakan yang lahir dari tabiat insani

tak menarik kamu lebih dari khayalan

Karena kebijakan itu tidak diberkati

yang mengalir dari cahaya kemuliaan-Nya

Pengetahuan tentang dunia

hanya memberikan dugaan dan keraguan

Pengetahuan tentang Dia, kebijakan ruhani sejati

membuatmu naik keatas duniawi

Para ilmuwan masa kini telah menghempaskan

semua pengorbanan diri dan kerendahan hati

Mereka sembunyikan hati

dalam kecerdikan dan permainan bahasa

Raja sejati adalah dia

yang menguasai pikirannya

Bukan dia yang pikirannya

Menguasai dunia dan dirinya

(Jalal al-Din Rumi)

Lembaga2 peninggalan Orde Baru, Mengapa tetap dipertahankan?

Standard

Banyak lembaga di zaman Orde Baru dibuat untuk mengukuhkan kekuasaanya. Siapa yang yang menjadi anggotanya dan wajib memilih partai pemerintah. Di antara lembaga itu, KORPRI, PGRI, Darma Wanita, dan sebagainya. Jika dilihat manfaatnya, sangat kecil sekali, dan bahkan tak ada,  jika bukan hanya untuk memungut upeti dari anggotanya, yang kebanyakan pegawai pemerintah.
Contoh KORPRI ini, setiap bulan memotong gaji pegawai, namun entah untuk siapa uang itu dan dimanfaatkan untuk apa? Juga tidak ada laporan jumlah yang terkumpul secara resmi, diterbitkan atau diumumkan kepada pegawai. Sampai sekarang, pemerintah baru belum juga menghabisi lembaga-lembaga itu?
Entah apa manfaat lembaga-lembaga itu?

Indonesia, 29-4-2014

Bobbi Deporter tentang Ujian Nasional

Standard

Ujian Nasional menjadi bahasan yang amat seru akhir-akhir ini di Indonesia. Apa pandangan Anda mengenai ujian semacam ini?

Kita (di AS) juga punya ujian nasional selama beberapa tahun ini, namanya program No Child Left Behind. Sama seperti di sini, menimbulkan banyak kontroversi, karena guru pada akhirnya hanya menekankan pada subyek yang diujikan, pada materi ujiannya itu sendiri, tapi sering kali mengabaikan prosespembelajarannya. Dan, mereka hanya mengajar agar siswanya lulus tes.
Kemudian sekolah diranking berdasarkan hasil ujian nasionalnya. Padahal sekolah kondisinya sangat beragam, ada sekolah di mana bahasa Inggris sebenarnya bahasa kedua bagi siswanya, sekolah yang banyak siswa yang tidak dalam pengawasan orang tua dan sebagainya. Sekolah-sekolah ini diharapkan memiliki standar yang serupa dengan sekolah-sekolah nasional lainnya.
Saya percaya akuntabilitas tes tersebut, tapi mengapa kita tidak bekerja untuk tes yang lebih berarti daripada sekedar manipulasi. Di mana guru mengajar hanya untuk lolos tes. Di mana siswa didrill berminggu-minggu untuk menghadapi tes. Fokus dan tujuan akhirnya adalah untuk lulus tes.
Menurut saya seandainya mereka tidak terlalu fokus di situ, ujian tetap bis apunya akuntabilitas, tapi harusnya system pendidikan lebih fokus pada proses pembelajaran itu sendiri. Dan nantinya toh murid akan bias mengerjakan ujian, bahkan dengan pemahaman yang lebih baik.
( Republika bertanya kepada Bobbi D.)

Rumi

Standard

I died as a mineral and became a plant,
I died as plant and rose to animal,
I died as animal and I was Man.
Why should I fear? When was I less by dying?
Yet once more I shall die as Man, to soar
With angels bless’d; but even from angelhood
I must pass on: all except God doth perish.
When I have sacrificed my angel-soul,
I shall become what no mind e’er conceived.
Oh, let me not exist! for Non-existence
Proclaims in organ tones,
To Him we shall return.

Silabus Bahasa Inggris

Standard

SILABUS MATA PELAJARAN
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

BAHASA INGGRIS

SILABUS
NAMA SEKOLAH :
MATA PELAJARAN : Bahasa Inggris
KELAS/SEMESTER : X / 1 – 2
STANDAR KOMPETENSI : Berkomunikasi dengan Bahasa Inggris setara Level Novice
KODE KOMPETENSI :
ALOKASI WAKTU : 148 X 45 menit

KOMPETENSI DASAR
MATERI PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN ALOKASI WAKTU SUMBER BELAJAR
TM PS PI
1. 1 Memahami ungkapan-ungkapan dasar pada interaksi sosial untuk kepentingan kehidupan
• Greetings and leave takings
− Good morning.
− How are you?
− I’m fine, thanks
− See you later.
• Introducing
− May I introduce myself. I am Budi.
− Ani, this is Ida.
− Nice to meet you.
• Thanking
− Thank you very much.
− You are welcome.
• Apologizing
− I am sorry for …
− Please forgive me ..

• Listening
− About greetings, introducing, thanking, leave takings, and apologizing
− Listening for information
− Dictation
• Speaking
− Saying greetings, introducing, thanking, leave takings, and apologizing
− Role playing, dialogues, introducing, thanking, leave takings, and apologizing
− Telling one’s self • Ucapan salam (greetings) pada saat bertemu dan berpisah digunakan secara tepat
• Memperkenalkan diri sendiri dan orang lain diperagakan dengan tepat
• Berbagai ungkapan terima kasih dan responnya digunakan secara tepat
• Berbagai ungkapan penyesalan dan permintaan maaf serta responnya diperagakan secara tepat • Tes lisan:
 Memperagakan dialog secara berpasang an
• Tes tertulis:
 Melengkapi dialog 9  Global Access to the World of Work
 English for Hotel Services
 Grammar in Use
• Grammar Review
− Personal Pronoun (Subject & possessive)
 I – my
 You – your
− Simple Present Tense : to be & Verb 1
• Reading for information
− Short passages
− Dialogues
• Writing
− Completing dialogues
− Arranging jumbled dialogues
− Composing dialogues
1.2 Menyebutkan benda-benda, orang, ciri-ciri, waktu, hari, bulan, dan tahun

• Adjectives showing colours, quality, size, shape, age, origin, material
– green, good, big, old, Indonesian, wooden, dsb.
• Profession, nationality
• Adjectives showing physical (appearance), non-physical (characteristic)
– beautiful, humorous dsb
• Nouns showing time, day, date, month, year
– six o’clock, Sunday, 1st of May, July, 2006
• Grammar review:
− Singular – plural nouns.
(book – books
box – boxes
child – children
fish – fish)
• Listening
− Matching pictures with words
− Dictation
− Listening for information
• Speaking:
− Naming objects, quality of objects and persons, professions, nationalities, and time of the day.
• Reading:
− Reading for information
• Writing:
− Completing passages with suitable words

• Nama-nama benda dan kata yang mendeskripsikan benda yang terkait dengan warna, bentuk, asal (origin), ukuran, bahan, jumlah dan kualitas disebutkan dengan tepat.
• Kata-kata yang mendeskripsikan orang yang terkait dengan profesi, kebangsaan, ciri-ciri fisik, kualitas, dan aktifitasnya disebutkan dengan tepat.
• Waktu (time of the day), nama-nama hari/tanggal, bulan, tahun disebutkan dengan tepat.

• Tes lisan
− Mendeskripsikan gambar secara lisan

• Tes tertulis
− Melengkapi kalimat
− Pilihan Ganda
− Memberi label pada gambar
− Menjawab pertanyaan cerita.

12
 Breakthrough
 Global Access to the World of Work
 Person to Person
 Grammar in Use
1.3 Mendeskripsikan benda-benda, orang, ciri-ciri, waktu, hari, bulan, dan tahun
• Cardinal and ordinal numbers
− ten, twenty, first, fifth, dsb
• Adjectives of quality: good, beautiful, dsb
• Adjectives of size: big, small, dsb.
• Adjectives of shape: round, straight, dsb.
• Adjectives of age: old, new, dsb.
• Adjectives of colour: blue, red, dsb.
• Nationality, profession
− John is an American.
− He is a very busy chef
• Adjective in series: A beautiful big U-shaped wooden house.
• Description of events:
The accident happened at nine PM on Monday, the 26th of July 2006.
• Antonym / synonym • Listening:
− Matching pictures with words.
− Dictation
− Listening for information
• Speaking:
− Describing things, people, profession, and nationalities
− Telling numbers, responding to questions about numbers.
− Discussing things based on physical appearance.
− Role playing dialogues
• Reading:
− Understanding and discussing passages.
• Writing:
− Describing things
− Matching numbers and the way they are said.
− Arranging jumbled paragraphs.
− Composing dialogues involving the use of numbers in various contexts
− Writing paragraphs based on pictures. • Bilangan (cardinal / ordinal) digunakan dengan tepat dalam berbagai konteks.
• Kata-kata dirangkai dengan tepat untuk mendeskripsikan benda berdasarkan warna, bentuk, asal (origin), ukuran, bahan, jumlah dan kualitas.
• Kata- kata dirangkai dengan tepat untuk mendeskripsikan orang yang terkait dengan profesi, kebangsaan, ciri-ciri fisik, kualitas, dan aktifitasnya.
• Kata-kata dirangkai dengan tepat untuk mendeskripsikan suatu kejadian berdasarkan waktu (time of the day), nama-nama hari/tanggal, bulan, tahun.

• Tes lisan
– Mendeskrip sikan gambar
– Menyebut-kan waktu,
bilangan.
– Menceritakankejadian secara lisan.

• Tes tertulis:
– Pilihan ganda
– Menjodoh-kan gambar.
– Menyusun paragraph pendek.

21  English for Hotel Services
 International Hotel English
 Person to Person
 Grammar in Use
 Posters or pictures from magazines or newspapers

KOMPETENSI DASAR
MATERI PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN ALOKASI WAKTU SUMBER BELAJAR
TM PS PI
1.4 Menghasilkan tuturan sederhana yang cukup untuk fungsi-fungsi dasar

• Words and expressions used to show regrets and apologies:
– I’m sorry that …
• Words and expressions used to express sympathy:
– I’m sorry to hear that ..
• Adjectives for expressing feelings:
– happy, terrible, sad, etc
• Adjectives ‘ –ing’ vs ‘-ed’
– boring ›‹ bored
• Adjective set expressions
– get bored; turn bad, etc
• Subject – verb agreement:
– John is very happy to see you
• Listening:
− Dictation
− Listening for information
− Completing passages
• Speaking:
− Pronunciation practice
− Dialogue practice
− In pairs, creating and practising dialogues dealing with regret and apoligies, simpathy, asking for and giving information, offering things and services.
− Expressing feelings about certain events
• Reading:
Reading for information:
− Dialogues
− Stories which stimulate readers’ emotion
• Ungkapan penyesalan dan permintaan maaf serta pemberian responnya disampaikan dengan tepat.
• Ungkapan simpati serta pemberian respon terhadapnya disampaikan dengan tepat
• Ungkapan berbagai perasaan disampaikan dengan tepat
• Ungkapan permintaan dan pemberian ijin disampaikan dengan tepat
• Ungkapan perintah dan permintaan digunakan secara tepat.
– Ungkapan penawaran barang dan jasa digunakan secara tepat.
• Tes lisan
− Dialog
− Merespon
pernyataan
• Tes tertulis
− Melengkapi
kalimat
− Membuat
kalimat
berdasarkan
gambar.
− Menyusun
cerita.

22
 Global Access to the World of Work
 American Business English
 Person to Person
 Grammar in Use
• Writing:
− Completeing Dialogues
− Rearranging jumbled dialogues
− Composing short stories (good or bad experiences)

• Words and expressions used in asking for and giving permission:
– May I use the phone?
– You can leave now.
• Grammar: Modals + Auxiliary
• Expressions and verb forms used in commands and requests:
– Can you lend me a pen, please?
– Come here!; Stand up!
• Responses to commands:
– Yes, I will.
– Certainly.
• Expressions used for offering things and services.
– Would you like to have some tea?
– Would you like to taste this food? •
1.5 Menjelaskan secara sederhana kegiatan yang sedang terjadi
• Words and expressions used in the context of telling or describing events.
– The students are cleaning the foor.
– When you arrive, the guests will be travelling around the city.
• Grammar: Present continuous, future continuous.
• Sentences using ‘there + be’
• Prepositions: in, on, at, under, etc.
– There is a napkin on the table
• Questions about events:
– How/When did it happen?
• Expessions of feelings / opinions concerning an event
– I was very shocked to learn about the number of the victims. • Listening:
− Matching pictures and sentences.
− Completing passages
• Speaking:
− Pronunciation practice
− Dialogue practice telling what’s happening in pictures.
− Giving responses to the events shown in pictures, films, or dramas.
− Dialogue practice using “there”
• Writing:
− Writing short paragraphs based on pictures. • Peristiwa yang sedang terjadi diceritakan dengan tepat sesuai dengan waktu dan tempat kejadian.
• Pernyataan dengan menggunakan ”there is/are” disampaikan dengan tepat sesuai dengan waktu dan tempat kejadian.
• Pertanyaan tentang peristiwa yang sedang terjadi disampai-kan dengan tepat
• Pengungkapan perasaan / pendapat tentang peristiwa yang sedang terjadi disampaikan dengan tepat • Tes lisan
− Menceritakan
gambar
− Dialog

• Tes tertulis
− Melengkapi kalimat
− Menjawab
soal cerita.
− Membuat
kalimat
berdasarkan
gambar.

22  American Business English
 Person to Person
 Pictures from newspapers or magazines
 Breakthrough
1.6 Memahami memo dan menu sederhana, jadwal perjalanan kendaraan umum, dan rambu-rambu lalu lintas
• Samples of memo
• Sample of menu
• Words and expressions to explain signs and symbols:
– That “P” sign means that you can park here.
– The symbol “Lady” means that the toilet is for women.
– “No smoking” means that you are not allowed to smoke in that area.
• Samples of time table and schedule
• Degrees of comparison:
– Bus is fast.
– Train is faster than the bus.
– Plane is the fastest of all.
– Travelling by plane is more convenient than travelling by bus.
• Pronouns and Reported Speech • Listening
− Dictation
− Completing memos and menus
− Matching pictures based on signs, symbols, time tables and schedules given.
• Speaking
− Pronunciation practice
− Dialogue practice involving memos, menus, signs, symbols, time tables and schedules
− Making sentences using degrees of comparison, pronouns and reported speech.
• Writing
− Completing time tables and schedules
− Writing sentences using comparative degree, pronouns and reported speech.
− Composing memos and menus. • Pesan ditulis dalam bentuk memo dengan benar.
• Memo yang sudah ada dijelaskan dengan tepat.
• Menu ditulis dan dijelaskan dengan tepat.
• Tanda-tanda dan lambang (misalnya: rambu lalu lintas) dijelaskan dengan benar.
• Berbagai macam jadwal (time table) dibuat dan dijelaskan dengan benar.
• Bentuk kata sifat dan keterangan digunakan secara tepat untuk membandingkan sesuatu. • Tes lisan
− Menjawab pertanyaan secara lisan
−Menjelaskan jadwal perjalanan, rambu lalu lintas, simbol dan tanda.

• Tes tertulis
 Membuat memo
 Menulis menu
 Menulis jadwal
 Menjawab pertanyaan tentang menu, jadwal, memo, rambu lalu lintas.

22  Various kinds of memos and menus, time tables and schedules from different sources
 Person to Person
 American Business English
 Breakthrough
1.7 Memahami kata-kata dan istilah asing serta kalimat sederhana berdasarkan rumus
• Words and expressions used in expressing preference:
– I prefer coffee to soft drink at this time of the day.
– I’d rather stay home over the weekend than go to movies.
– I like badminton better than volley ball.
• Conditional sentence type 1:
– If the weather is nice this morning, we can go to the beach.
• Words and expressions used to talk about capabilities:
– Can you swim to cross this river?
– When I was a child, I could (was able to) climb that tree.
• • Listening
− Dictation
− Listening for information: dialogues
− Listening and completing maps.
• Speaking
− Interviewing for one’s preferences and capabilities, asking and giving directions based on maps given.
− Responding to questions using conditional sentences type 1.
• Reading
− Reading for information: passages, dialogues, etc.
− Identifying skills and capabilities from reading passages.
− Reading and finding a location on the map • Berbagai ungkapan untuk menyatakan pilihan (preferences) digunakan dengan tepat.
• Ungkapan untuk menyatakan pengandaian (conditional type I) digunakan dengan tepat.
• Berbagai ungkapan untuk menyatakan kemampuan (capabilities) digunakan dengan tepat.
• Ungkapan untuk meminta dan memberi arah dan lokasi (direction) digunakan dengan tepat. • Tes lisan
 Dialog tentang preference, direction, capabilities conditional.

• Tes tertulis
 Melengkapi
 dialog
 Menuliskan
 arah /petunjuk.
 pilihan ganda

22  Person to Person
 Grammar in Use
 Maps
 Breakthrough
 English for Hotel Services
 Global Access to the World of Work
• Words and expressing used in asking for and giving direction (location):
– Could you tell me the way to the Zoo, please?
– Go straight on as far as the junction, then turn left. The Zoo is on your left …
• Prepositions of place: in front of, behind, beside, dsb. • Writing
− Writing sentences expressing preferences and capabilities, directions or locations.
− Writing sentences using conditional type 1.
− Composing dialogues involving preferences and capabilities and giving directions.
1.8 Menuliskan undangan sederhana • Grammar review: “will”, “could”, “would” and prepositions: in, on at.
• Samples of invitation (personal invitation).
• Parts of personal invitations.
• Contents, style, spelling and punctuation. • Listening
− Completing invitations
− Listening for information
• Speaking
− Pronunciation practice
− Dialogue practice
− Responding to questions dealing with invitations using “yes-no” and “wh-” questions.
− Telling about invitations,
− Creating dialogues in pairs
• Reading
− Reading for information: invitations
• Writing
− Rearranging jumbled sentences to create invitation
− Writing personal invitations. • Sejumlah kata dirangkai menjadi kalimat yang mengandung unsur undangan
• Kalimat dirangkai dengan benar untuk membentuk undangan
• Undangan sederhana (misalnya: undangan ulang tahun) dituliskan dengan benar. • Test Lisan
 Mengun- dang secara
 lisan
 Dialog

• Test tertulis
 Membuat undangan

18  Different kinds of invitations
 Person to Person
 Breakthrough
 Global Access to the World of Work

NAMA SEKOLAH :
MATA PELAJARAN : Bahasa Inggris
KELAS/SEMESTER : XI / 3-4
STANDAR KOMPETENSI : Berkomunikasi dengan Bahasa Inggris setara Level Elementary
KODE KOMPETENSI :
ALOKASI WAKTU : 146 X 45 menit

KOMPETENSI DASAR MATERI PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN ALOKASI WAKTU SUMBER BELAJAR
TM PS PI
2.1. Memahami percakapan sederhana sehari-hari baik dalam konteks profesional maupun pribadi dengan orang bukan penutur asli • Talking about hobbies and interests
– Do you like fishing?
– What do you like doing in your spare time?
• Guest handling
– What can I do for you, Sir?
– Welcome to our hotel.
– I hope you enjoy the food.
Grammar Review
• Yes – No questions
– Are you a secretary?
• Question tags
– The board meeting starts at seven, doesn’t it?
• Questions with question words
– Where does the boss live?
– Why do you come late? • Listening:
− Answering questions based on recorded materials.
− Dialogues about guest handling
• Speaking:
− Telling about one’s own daily activities.
− Role playing about guest handling
• Reading:
− Answering questions about hobbies and interests
• Writing:
− Writing descriptions of other’s daily activities.
− Writing sentences containing gerund . • Pertanyaan dengan pola yes-no questions dalam konteks kegiatan sehari-hari diperagakan dan dijawab dengan benar.
• Pertanyaan dengan pola question tags dalam konteks kegiatan sehari-hari diperagakan dengan benar.
• Pertanyaan dengan pola question words dalam konteks kegiatan sehari-hari diperagakan dan dijawab dengan benar.
• Berbagai bentuk dan ungkapan digunakan dengan tepat untuk membicarakan kegemaran /hobi dan minat. • Tes lisan
 Dialog berpasang-an

• Tes tertulis
 Melengkapi kalimat
 Pilihan Ganda
 Membuat
 paragraf pendek 20  Practical English Usage
 Global Access to the World of Work
 Person to Person
 English for SMK (Ang-kasa)
• Gerund as subjects and objects
– Smoking is dangerous.
– I don’t like fishing.
• Gerund as complement:
– Her job is sorting the mail.
• Gerund after preposition:
– Are you interested in collecting stamps?
• Constructions with ‘too’ and ‘enough’
– The soup is too salty for me.
– The hotel room is comfortable enough. − Arranging sentences containing “too” and “ enough” • Ungkapan untuk menangani tamu hotel, restoran, travel agency, dll. diperagakan dengan benar.  
2.2. Mencatat pesan-pesan sederhana baik dalam interaksi langsung maupun melalui alat • Expressions dealing with telephone conversations
Grammar Review:
• Personal pronouns
– I – me – my – mine – myself
• Reported speech
– He said that you had to pay for the tickets
– He asked you to pay for the tickets.
– He wanted to know if you would be available in the afternoon.
– He wanted to know where you put his umbrella.
 Adjective Clause
– Do you know the staff who will be promoted our new division manager? • Listening:
− Listening for information from recorded materials.
− Understanding telephone conversations
• Speaking:
− Telling the infomation obtained from recorded materials
− Role playing on telephone conversations
• Writing:
− Writing messages based on telephone conversations
− Composing sentences using reported speech, personal pronouns and adjective clause. • Pesan (message) yang diterima lewat telepon dicatat dengan benar.
• Pesan (message) yang diterima secara langsung dicatat dengan benar. • Tes tertulis
 Melengkapi kalimat
 Membuat kalimat dengan reported speech
 Mencatat pesan yang diterima

• Tes lisan
 Menceritakan pesan yang diterima
20  Practical English Usage
 Global Access to the World of Work
 Person to Person
 English for SMK (Ang-kasa)
2.3. Merinci tugas pekerjaan dan latar belakang pendidikan yang dimilikinya secara lisan dan tulisan
• Telling about people’s job using the Simple present tense:
– A cook prepares food.
– Pilots fly aeroplanes.
• Telling about people’s educational background using the Simple past tense.
– She graduated from SMKN 8 Bandung.
– The new secretary learned shorthand at the college.
• Samples of curriculum vitae
• Expressing facts and figures :
– The graph shows that population growth has been high this last decade.
– The latest data show that about three billion rupiahs have been spent for the construction of the factory. • Listening:
− Dictation
− Answering dialogues given by the teacher
• Speaking
− Explaining someone’s profession
• Reading
− Understanding and discussing diagrams containing facts and figures
• Writing
− Rewriting someone else’s curriculum vitae
− Writing one’s own curriculum vaitae
• Bentuk kata kerja digunakan dalam Simple Present dengan tepat untuk menerangkan tugas dan pekerjaan berbagai macam profesi.
• Bentuk kata kerja digunakan dalam Simple Past dengan tepat untuk menerangkan latar belakang pendidikan berbagai macam profesi.
• Curriculum Vitae yang sederhana ditulis dengan benar.
• Berbagai ungkapan digunakan dengan tepat untuk menjelas-kan fakta dan angka (facts and figures) pada suatu sajian data. • Tes lisan
 Menjelaskan profesi
 Menjelaskan diagram

• Tes tertulis
 Melengkapi kalimat/ form
 Menulis curriculum vitae
20  Practical English Usage
 Global Access to the World of Work
 Person to Person
 English for SMK (Ang-kasa)
 English New Concept
2.4. Menceritakan pekerjaan di masa lalu dan rencana kerja yang akan datang
• Telling about past events
– I saw the crowds were helping the accident victim.
– We had locked the room when she came.
• Telling about future plans
– The meeting will be over at two PM.
– When you arrive at the office, I will be conducting a meeting.
• Sample of a personal letter (telling about past and future events)
• Grammar review:
– Relevant tenses.
• Listening
− Answering questions of one’s past experiences.
• Speaking
− Telling one’s own plans (future)
• Reading
− Reading for information: dialogues, passages
• Writing
− Composing personal letters
− Translation
• Ungkapan tentang kegiatan masa lampau dikemukakan dengan benar.
• Ungkapan untuk mengemuka-kan kegiatan di masa datang digunakan dalam Tense yang benar.
• Surat pribadi yang menceritakan tentang kehidupan masa lalu dan rencana di masa depan ditulis dengan benar. • Tes lisan
 Menceritakan peristiwa masa lalu
 Dialog

• Tes tertulis
 Melengkapi kalimat
 Membuat surat
 Menerjemahkan
24  Practical English Usage
 Global Access to the World of Work
 Person to Person
 English for SMK (Ang-kasa)
2.5. Mengungkapkan berbagai macam maksud hati • Giving invitations
– Would you like to come to my place for dinner tonight, please?
– With pleasure.
– I’m afraid I can’t, I’ve already got an appointment.
• Bargaining
– Is there any discount for this shirt?
– How about fifty thousand rupiahs?
• Expressing certainty
– I’m sure that it’s going to rain this afternoon.
– It must be him who called.
• Giving and responding to compliments
– Fantastic!
– You look beautiful tonight.
– Thank you.
• Expressing opinions
– I think that’s not true.
– What I have in my mind is that ….

• Listening:
− Answering questions based on dialogues about giving invitations, bargaining, expressing certainty, compliments, expressing opinions, agreeing/disagreeing, and arguing
• Speaking:
− Performing dialogues based on given situations.
• Reading:
− Answering questions based on written texts.
• Writing:
− Writing dialogues based on given situations.
• Ungkapan-ungkapan untuk menyampaikan undangan digunakan dengan tepat.
• Ungkapan-ungkapan untuk melakukan tawar-menawar (bargaining) digunakan dengan tepat.
• Ungkapan-ungkapan untuk menyatakan kepastian (certainty) digunakan dengan tepat.
• Ungkapan-ungkapan untuk memberi dan merespon pujian digunakan dengan tepat.
• Ungkapan-ungkapan untuk menyatakan pendapat/opini digunakan dengan tepat.
• Ungkapan-ungkapan untuk menyatakan persetujuan (agreeiing-disagreeing) digunakan dengan tepat. • Tes lisan melalui role play / dialog

• Tes tertulis
 Melengkapi dialog
 Menjawab pertanyaan
 Melengkapi kalimat
 Membuat dialog 28  Practical English Usage
 Global Access to the World of Work
 Person to Person
 English for SMK (Ang-kasa)
• Expressing agreement/ disagreement:
 You’re right.
 I’m afraid you’ve got wrong information, Sir.
 Expressing argument
 Yes, but don’t forget …
 That may be so but …
• Grammar review
− Conjunctions / concessive relationship.
− Constructions with “used to”:
a) be/get used to + V-ing
b) used to + Verb 1
− Noun clause as object:
– I never believe that
there will be another
rationalization. • Ungkapan-ungkapan untuk menyatakan argumentasi digunakan dengan benar.  
2.6. Memahami instruksi-instruksi sederhana • Expressions used in describing processes:
– First, …
– Next, …
– Then…
– Finally …
• Expressions used in asking for and giving suggestions and advice:
– What do you recommend for a headache?
– You’d better see a doctor.
• Expressions used in asking necessity and obligation:
– We must be there before the boss comes.
– It is necessary for us to be there on time.
• Expressions used in persuading and convincing:
– Why don’t you try our special drink bandrek to warm up your body.
– If I were you, I would …
– I’m sure you are on the right track.
– I bet you could do it.
• Grammar review:
− Degrees of comparison
− Imperatives
– Don’t smoke at the petrol
station
– Keep silent; the baby is
sleeping • Listening
− Listening for information on how things work.
− Dialogues about asking for and giving suggestions and advice, necessity and obligations, convincing and persuading
• Speaking
− Telling about how things work.
− Role playing how to ask for and give suggestions and advice.
− Interviewing dealing with convincing and persuading, necessity and oligations
• Reading
− Reading for information: dialogue passages
• Writing
− Making dialogues based on the situations provided.
• Ungkapan-ungkapan untuk menggambarkan proses kerja dan atau berfungsinya suatu alat dikemukakan dengan benar.
• Ungkapan-ungkapan untuk meminta dan memberi saran dan nasihat (suggestion and advice) digunakan secara tepat.
• Ungkapan-ungkapan untuk menyatakan keharusan dan kewajiban (necessity and obligation) digunakan dengan tepat.
• Ungkapan-ungkapan untuk meyakinkan dan membujuk orang lain (convincing and persuading) agar menerima pendapat atau usulan yang diajukan digunakan dengan tepat. • Tes lisan
 Menjelaskan proses kerja / cara meng-operasikan alat

• Tes tertulis
 Menjawab pertanyaan
 Pilihan ganda
 Membuat dialog 24  Practical English Usage
 Global Access to the World of Work
 Person to Person
 English for SMK (Ang-kasa)
 English New Concept
2.7. Membuat pesan-pesan pendek, petunjuk dan daftar dengan pilihan kata, ejaan dan tata tulis yang berterima • Samples of short messages, directory, and lists.
• Content, punctuation, and spelling. • Vocabulary game
• Rearranging words / sentences
• Composing short messages. Directions, or lists based on the situation given by the teacher. • Kata-kata dipilih dengan tepat dan dirangkai menjadi pesan pendek, petunjuk atau daftar
• Kesimpulan dari suatu pembicaraan ditulis dengan benar menjadi suatu pesan pendek, petunjuk, atau daftar • Tes lisan
 Menyampaikan pesan secara lisan

 Tes tertulis
 Membuat pesan singkat dan atau petunjuk cara penggunaan alat secara tertulis. 10  Practical English Usage
 Global Access to the World of Work
 Person to Person
 English for SMK (Ang-kasa)
 English New Concept

NAMA SEKOLAH :
MATA PELAJARAN : Bahasa Inggris
KELAS/SEMESTER : XII / 5 – 6
STANDAR KOMPETENSI : Berkomunikasi dengan Bahasa Inggris setara Level Intermediate
KODE KOMPETENSI :
ALOKASI WAKTU : 146 X 45 menit

KOMPETENSI DASAR MATERI PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN ALOKASI WAKTU SUMBER BELAJAR
TM PS PI
3.1 Memahami monolog yang muncul pada situasi kerja tertentu
• Short talks (advertisements, reports, announcements, dll)
• Relevant vocabulary
• Antonym, synonym.
• Affixes : prefixes, suffixes • Vocabulary games
• Listening to recorded short talks
• Discussion
• Questions and answers
• Pertanyaan mengenai informasi umum (general information) yang terkait dengan monolog dijawab dengan benar.
• Pertanyaan mengenai isi monolog (detailed information) dijawab dengan benar
• Monolog yang muncul pada situasi kerja tertentu ditulis kembali dalam bentuk intisari/summary (taking notes) • Tes lisan
 retelling, summarizing

• Tes tertulis
 menjawab pertanyaan pilihan ganda atau essay
16  30 Days to the TOEIC Test
 Vocabulary Book
3.2 Memahami percakapan terbatas dengan penutur asli
• Percakapan di telepon tentang reservasi
– Can I book two rooms for Saturday night, please?
• Reservation forms
• Future tense
• Response to complaints
– I am very sorry, Sir
• Expressions dealing with arrangementt
– What about tonight?
– I’m sorry. I have got something to do tomorrow. What about Sunday?
• Expressions dealing with confirmation and cancellation:
– I’d like to confirm my flight to Singapore.
– I regret to tell you that I
have to cancel our
appointmnet.
• Modals Auxiliary: WOULD
• Expressions dealing with unreal condition.
– If you came, you would see him.
• Conditional Types 2 and 3
• Subjunctives with wish, if only, would rather.
• Answering typical questions asked in interviews
– My name is….
– I apply for this position because …
– I’m interested in working here because … • Listening:
− Dialogues about reservations, complaints, arrangements, confirmations, cancellations, imaginations, interviews.
− Questions and answers about the dialogues mentioned above
• Pronunciation practice
• Speaking:
− Dialogue practice with the above matters
• Reading comprehension:
− Reading dialogues and or letters
− Questions and answers
• Writing:
− Working in pairs to compose dialogues based on the situations given by the teacher.
• Grammar review about modal auxiliary “Would”, conditional sentences (types 1 and 2), and subjunctives. • Ungkapan-ungkapan untuk membuat reservasi yang dilakukan oleh penutur asli ditanggapi dengan tepat
• Ungkapan-ungkapan untuk mengajukan keluhan yang dilakukan oleh penutur asli ditanggapi dengan tepat.
• Ungkapan-ungkapan untuk membuat kesepakatan (arrangementI) digunakan dengan tepat.
• Ungkapan-ungkapan untuk memastikan dan membatalkan kesepakatan dilakukan dengan tepat.
• Ungkapan-ungkapan untuk menyatakan keinginan atau situasi yang tidak nyata baik untuk masa depan, masa kini atau masa lampau (conditional sentences and subjunctive wish) digunakan dengan tepat.
• Ungkapan-ungkapan yang dipakai dalam wawancara digunakan secara tepat • Tes lisan
 memperagakan dialog secara berpasangan

• Tes tertulis
 Melengkapi dialog dan pilihan ganda 24  Elementary Communication Games
 English for Hotel
 Journey II
 Grammar in Use
 Grammar Dimension (Platinum Edition)
 American Business English
3.3 Menyajikan laporan
• Presentation skills:
– How to open a speech
– How to propose ideas
– How to elaborate ideas
– How to close a speech
– How to handle questions
– How to use body language
– How to maintain audience’s
attention
– How to use presentation
aids. • Lecturing and discussiong about presentation skills
• Konsultasi dengan guru tentang penyiapan laporan prakerin
• Writing
− Menyiapkan outline laporan prakerin dalam tayangan Powerpoint atau transparansi
• Speaking:
− Menyajikan laporan prakerin
− Questions and answers.
• Outline laporan prakerin ditulis didalam powerpoint slide atau transparansi dengan menggunakan kalimat yang singkat dan padat.
• Laporan prakerin disajikan secara lisan dalam bentuk presentasi yang benar. • Presentasi

• Tanya-jawab tentang isi presentasi 26  Laporan prakerin
 Tips in Giving Presentations
 How to Give a Good Presentation
3.4 Memahami manual penggunaan peralatan
• Manuals: (telephone installation, computer installation, maintenance and repair, etc.)
• Relevant vocabulary
• Antonym/Synonym
• Affixes: prefixes, suffixes. • Vocabulary game
• Understanding and discussing about the manuals
• Questions and answers
• Retelling the content of the manuals.
• Pertanyaan-pertanyaan yang terkait dengan isi manual penggunaan alat dijawab dengan benar.
• Petunjuk penggunaan peralatan (minimal dua manual) diungkapkan kembali dengan kata-kata sendiri secara tepat. • Tes lisan
 Retelling / questions and answers

• Tes tertulis
 multiple choice / essay 20  Various manuals
 Global Access to the World of Work
 30 Days to the TOEIC Test
3.5 Memahami surat-surat bisnis sederhana
• Business documents: letters, faxes, memos, advertisements, brochures, forms, questionnaires, etc.
• Relevant vocabulary
• Antonym/synonym
• Affixes: prefixes/suffixes • Vocabulary game
• Understanding and discussing about business letters
• Questions and answers
• Retelling the content of business letters.
• Pertanyaan yang terkait dengan isi surat-surat bisnis dijawab dengan benar.
• Isi surat bisnis diceritakan kembali dengan benar. • Tes lisan
Retelling / questions and answers

• Tes tertulis
multiple choice / essay 20  English for Secretaries
 English Business Letters
 Vocabulary Book
3.6 Memahami dokumen-dokumen teknis
• SOP from a specific workplace (receptionist, waiter, etc.)
• Relevant vocabulary
• Antonym/synonym
• Affixes: prefixes, suffixes • Vocabulary game
• Understanding and discussing about Standard Operating Procedures (SOP)
• Questions and answers
• Retelling the content of Standard Operating Procedures (SOP).
• Synonym – antonym
• Affixes: prefixes and suffixes
• Pertanyaan yang terkait dengan isi Standard Operating Procedure (SOP) dijawab dengan benar.
• Standard Operating Procedure (SOP) di tempat kerja diceritakan kembali dengan kata-kata sendiri dengan benar. • Tes lisan
 Retelling

• Tes tertulis
 composing 20  SOP from workplace
 Vocabulary Book
3.7 Menulis surat bisnis dan laporan sederhana • Samples of business letters
• Parts of a letter:
– The letter head
– Date
– Inside address
– Opening salutation
– The body
– Closing salutation
– Signature
• Samples of advertisement on job vacancy
• Samples of letters of application
• Understanding and discussing about parts of business letters.
• Understanding and discussing the content of samples of business letters.
• Understanding and discussing about advertisements on job vacancies.
• Writing:
− Composing the reply of business letters.
− Composing application letters to respond the above mentioned advertisements
− Composing report of Job Training (prakerin). • Surat-surat bisnis (tawaran, pesanan, enquiry dll) dibuat secara sederhana.
• Surat-surat bisnis (tawaran, pesanan, enquiry dll) dibalas secara tertulis dengan benar.
• Iklan lowongan pekerjaan direspon dengan membuat surat lamaran dengan benar.
• Laporan prakerin disajikan dalam bentuk laporan tertulis. • Tes tertulis
 composition 20  American Business English
 English Business Letters

Keterangan:
TM : Tatapmuka
PS : Praktik di Sekolah (2 praktIk di sekolah setara dengan 1 tatap muka)
PI : Praktek di Industri (4 praktIk di Du/Di setara dengan 1 tatap muka)

Participant Centered Learning

Standard

Oleh: Rhenald Kasali

Banyak hal telah berubah, tetapi kita tetap saja melakukan hal yang sama berulang-ulang. Itulah yang terjadi dengan kita dalam berbagai hal. Mulai dari membuat kopi, mengambil jalan menuju tempat bekerja, menulis surat, memimpin rapat, memimpin kantor, melakukan presentasi sampai mengajar (untuk para guru dan dosen). Kita mengulangi segalanya dalam bentuk kebiasaan (habit) dan ketika harus diubah, rasanya sulit sekali.

Rasa sulit itu sama seperti seseorang yang mengubah letak jam tangannya dari tangan kiri ke tangan kanan atau sebaliknya. Hal seperti itulah yang juga dialami oleh para guru dan dosen dalam mengajar. Semua orang di sini terbiasa mengajar dengan cara “menyuapi” anak didiknya. Dalam bahasa ilmiah cara itu kita sebut lecturing atau “memberi kuliah”. Murid mendengarkan , guru berbicara.

Murid Tak Mendengarkan

Tak seorang pun menyadari bahwa cara-cara lama itu sudah tidak efektif lagi. Di berbagai sekolah dan universitas, murid-murid cenderung tidak mendengarkan gurunya. Mereka semakin asyik dengan diri mereka masing-masing. Kalaupun guru atau dosennya galak, mereka hanya bias diam sebentar karena mereka takut. Mereka mencatat, tetapi pikiran mereka ada di tempat lain. Ada di handphone, internet, BlackBarry, Facebook, video game, music, taman, dan sebagainya.

Dalam berbagai kesempatan, kita juga pernah menyaksikan pidato-pidato para pejabat dan presiden yang ditinggal oleh audiens. Bukannya apa-apa, mendengarkan itu meletihkan. Apalagi kalau yang berbicara hanya membaca, member pesan yang kurang menarik, nada suaranya datar, wajahnya terlalu serius, dan tak menjalin interaksi. Rasanya ingin sekali kita cepat-cepat meninggalkan ruangan, menuju taman di depan, berbicara dan tertawa dengan teman-teman.

Inilah sebuah zaman yang kita sebut sebagai era partisipatif. Di era ini, semua orang ingin berpartisipasi dan terlibat. Ingin berbicara apa saja, yang penting bias ikutan. Celakanya, sedikit sekali guru dan pemimpin yang mau memperhatikan hal ini dan mengubah cara penyampaian mereka.

Sekitar tujuh tahun silam, bersama dengan teman-teman yang baru kembali dari Harvard, saya memperkenalkan metode baru dalam pengajaran yang kelak berdampak luas dalam teknik presentasi. Metode itu kita sebut PCL (participant centered learning). Pusat pembelajaran atau presentasi itu ada di kepala para partisipan, audiens, bukan di tangan presenter, pemimpin, guru atau dosen.

Belakangan ini kampus-kampus mulai memperkenalkan metode SCL atau student centered learning dan PBL atau problem-based learning. Setelah saya pelajari, ternyata maksud dan tujuan kedua metode itu sebenarnya sama saja dengan PCL, yaitu mendorong keterlibatan audiens. Hanya bedanya di level pendidikan yang lebih tinggi, audiens tidak ingin diperlakukan sebagai student. Mereka ingin diperlakukan sebagai subjek, yaitu partisipan.

Monalisa Smile

Anda mungkin masih ingat film Monalisa Smile yang dibintangi Julia Robert. Film ini selalu saya pakai dalam membantu memahami metode PCL. Dalam film itu diceritakan tentang seorang guru yang habis dikerjai murid-muridnya yang pintar dan aktif.

Saat melakukan presentasi, JR mengalami kegagalan. Semua slide yang ia presentasikan diambil dari buku dan celakanya semua audiensnya sudah membaca isi buku itu. Setiap slide baru dipresentasikan, murid-muridnya angkat tangan dan mampu menerangkan isinya sebelum sang guru menyelesaikan penjelasannya. JR benar-benar mati akal, gugup, dan menjadi terlihat bodoh.

Bagian film itu selalu kami diskusikan dan saya katakana kepada para mahasiswa, seperti itulah audiens yang saya inginkan. Semua sudah harus membaca dan siap. Sebab, seperti yang pernah dikatakan Plato, guru hanya akan datang kalau murid-muridnya siap.

Namun, benarkah mereka membaca sebelum masuk kelas? Bisakah kita memaksa mereka? Anda benar! Tradisi kita memang bukan tradisi membaca. Sudah begitu, kalau ada satu audiens yang kelihatan tahu dan membaca, ia selalu menjadi sasaran olok-olok teman-temannya. Mengapa begitu? Karena sebagian besar orang tidak membaca. Jadi mereka tidak ingin kelihatan bodoh hanya karena ada temannya yang jalan lebih cepat.

Kendati demikian, hal ini ternyata bukan hanya merupakan kesalahan audiens (murid). Kesalahan terbesar justru ada di tangan presenter atau guru/ dosen. Mengapa harus membaca kalau semua ini akan diceritakan secara penuh oleh guru atau dosennya? Bahkan, bapak/ ibu guru sudah memilihkan bagian-bagian yang penting dari isi buku. Toh ujian tertulisnya semua bersumber dari catatan kuliah/ kelas, bukan dari buku.

Kenyataan ini berbeda benar dengan yang dilakukan di negara-negara barat. Di sana seorang guru atau dosen bukanlah seorang “tukang cekok” yang memaksakan obat ke mulut anak didiknya. Tugas pendidik adalah membuat anak-anak didiknya senang belajar, gemar membaca, dan berpikir kritis. Jadi di kelas, seorang guru tidak memaparkan isi buku, melainkan membentuk pikiran dan menjaga antusiasme audiensnya. Akibatnya, anak-anak didiknya mampu berpikir kritis, terbebas dari belenggu dogmatis dan mampu berpikir out of the box.

Dunia Partisipatif

Dalam bagian lain dari film Monalisa Smile yang juga saya gunakan, JR telah mengubah cara menyampaikan materi. Kali ini ia yang pegang kendali. Sadar yang dididik siswa-siswa pandai, maka ia menyodorkan bahan-bahan kehidupan. Slide presentasinya itu tidak ada di silabus atau di buku. Semua audiens tercengang dan berkata , “Apa itu?” Ia menjawab, “Kalian yang terangkan kepada saya, apa itu?”

Audiens mulai bingung karena selama ini terbiasa berpikir buku teks. Mereka semua ribut, beda pendapat, mencari standar. Itulah saatnya seorang guru membentuk murid-muridnya.

Bagian film kedua ini saya tunjukan kepada para pemimpin, guru, dosen, dan calon-calon presenter. Saya selalu mengatakan, inilah guru dan pemimpin yang dibutuhkan bangsa ini. Guru yang membebaskan anak-anak didiknya dari belenggu-belenggu dan guru yang menumbuhkan antusiasme.

Dalam berbagai kesempatan, tampak jelas, masalah terbesar pendidikan bangsa ini bukan berada di tangan para pemimpin, guru-guru, dan para elite yang terlalu asyik dengan pikiran-pikirannya sendiri dan terbiasa mencekoki anak kecil. Mereka lupa bahwa rakyat dan anak-anak didiknya telah berubah. Inilah zaman partisipatif, zaman di mana semua orang sudah terkait satu dengan yang lain, yang menuntut antusiasme, kesetaraan, dan tentu saja pemimpin yang mau mendengarkan. Itulah esensi dari PCL yang artinya participant centered learning. a